Tuesday, May 10, 2016

Proposal Kewiraswastaan

1 comments


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Sejarah  Berdirinya Usaha
Mie merupakan produk makanan yang sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dunia perdagangan mengenal mie dalam berbagai macam produk, seperti mie basah, mie kering, mie soun dan mie bihun. Masing-masing jenis mie ini berbeda dalam bahan baku dan sistem pengolahannya. Mie basah dan mie kering terbuat dari bahan baku tepung terigu, yang membedakan antara keduanya adalah di akhir prosesnya, pada mie kering dilakukan tahap pengeringan produk sebelum dipasarkan, sedangkan mie basah tidak.
Meskipun kandungan gizi pada mie cukup lengkap, namun nilai kandungan gizi pada produk mie ini masih sangat rendah, terutama kandungan proteinnya. Karena bahan baku utamanya adalah tepung terigu, tepung tapioka atau tepung beras, maka kandungan nutrisi yang terbesar pada mie dan produk olahannya adalah karbohidrat. Keadaan ini tentu saja perlu diperbaiki dengan menambahkan bahan makanan yang memiliki kandungan protein dan nilai gizi lainnya yang tinggi pada mie dan produk olahannya. 
Hampir semua orang suka  makan  mie. Selama ini mie yang dijual di pasaran cenderung kurang sehat karena kurang memiliki nilai gizi bahkan menggunakan pengawet buatan. Masyarakat, khususnya orang tua menjadi takut dan was-was apabila anaknya jajan mie sembarangan.Bermula dari hobi makan mie, hobi memasak dan hobi membaca buku-buku resep masakan, Saya  menemukan  ide  membuat  mie sehat  yang  terbuat  dari sayuran. Selain itu bangsa pasar konsumen mie yang cukup  banyak, juga menjadi nilai tambah bagi usaha ini.Mie dibuat sendiri dari campuran tepung terigu berprotein tinggi, tepung sagu,  telur,  sayur  bayam yang  berwarna  hijau dan wortel berwarna orange yang dihaluskan sebagai pewarna mie, oleh sebab itulah disebut mie rainbo.

1.2    Visi & Misi Usaha
-  Visi
·         Meningkatkan selera masyarakat dalam mengkonsumsi mie.
·         Menjadi sumber daya manusia yang bercita-cita tinggi.
- Misi
1.      Menyediakan makanan sehat dan enak untuk masyarakat.
2.      Selalu mengutamakan kualitas produk yang ditawarkan oleh Perusahaan.


BAB II
ASPEK PEMASARAN

2.1    Gambaran Umum Pasar ( STP )
  1. Segmentasi
Dalam proses pemasaran, kami mengambil beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mempromosikan mie rainboini. Langkah pertama, kami akan  promosi dengan  membawa sampel produk kepada teman-teman maupun orang-orang yang saya kenal. Dari mereka kami akan  mengevaluasi rasa, harga dan kepuasan mereka tentang produk ini. Setelah itu dengan sendirinya, kami akan mengadakan perluasan tempat/kedai, menambah tenaga kerja, perluasan pemasaran, dan mencoba lebih inovatif dengan membuat mie dari beragam sayuran lain yang juga memiliki warna yang menarik untuk dipandang mata.
  1. Targetting
Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para pelanggan dan konsumen,Kedai Mie rainbow akan menyelenggarakan pemasaran internal  untuk  meningkatkan kepuasan konsumen.
  1. Positioning
Agar dapat  menarik  perhatian calon  pelanggannya, Mie rainbow  merancang sebuah strategi positioning yang atraktif. Statemen positioning yang bisa digunakan misalnya : “Warnai Hari mu dengan Mie rainbow, Mie enak, cantik dan sehat.”
-  Permintaan
·         Permintaan dari pelanggan.
Tahun
Perkiraan Permintaan
( dalam mangkok/tahun )
2014
70.000.000 mangkok/tahun
2015
80.000.000 mangkok/tahun

-   Penawaran
·         Penawaran dari produk pesaing sejenis di pasar
Nama Perusahaan
Pesaing
Kapasitas Produksi / Tahun
( dalam mangkok)
Mie Biasa
90.000.000 mangkok/tahun


·         Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan ekonomi.
Tahun
Perkiraan Penawaran
( dalam mangkok )
2014
80.000.000 mangkok/tahun
2015
90.000.000 mangkok/tahun

2.2    Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar
Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu 1 tahun disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran.
Pangsa Pasar adalah  bagian dari penjualan produk kita dibandingkan dengan penjualan total produk sejenis dalam industri.

Tahun
Permintaan
(A)
Penawaran
(B)
Peluang
(C = B-A)
Rencana
Penjualan
Pangsa Pasar
(E = DX100% / C)
2014
70.000.000 mangkok/tahun
80.000.000 mangkok/tahun
1.000.000 mangkok
900.000
900.000/1.000.000*100% =0,9
2015
80.000.000 mangkok/tahun
90.000.000 mangkok/tahun
1.000.000 mangkok
900.000
900.000/1.000.000*100% =0,9

2.3    Strategi Pemasaran Perusahaan dan Pesaing
2.3.1. Product
Produk yang ditawarkan mie rainbow yaitu prduk yang berkualitas, pewarnanya pun terbuat dari buah-buahan yang alami. Penyediaan bahan baku dan pembantu akan didapatkan dari pedagang-pedagang di pasar tradisional dikarenakan harganya relatif lebih murah dari pada di toko buah-buahan ataupun supermarket. Mie rainbow akan menjadi makanan terbaru di kota Peureulak.
 
2.3.2. Price
Penetapan harga mie rainbow :
No
Jenis Keripik
Kemasan
Harga
1.
Mie rainbow

1 mangkok

Rp. 12.000


2.3.3. Promotion
Strategi promosi yang dilakukan perusahaan mie rainbow adalah sebagai berikut:
1.      Advertising yang dilakukan perusahaan mie rainbow menggunaan internet dan media-media sosialnya sangat meluas di masyarakat remaja dan dewasa sehingga memudahkan dalam mempromosikannya.
2.      Sales Promotion perusahaan mie rainbow dengan melakukan promosi penjualan dengan memberikan diskon tiap pelanggan yang membeli mie rainbow yang lebih dari 10 mangkok,maka akan mendapatkan gratis 1 mangkok mie rainbow.
3.      Personal selling perusahaan mie rainbow mempromosi dengan cara member layanan yang terbaik kepada pelanggan,serta memberi ciri khas tertentu pada cita rasa Mie rainbow tersebut.
4.      Public relation perusahaan mie rainbow memberi image yang baik kepada pelanggan mie rainbow dengan cara setiap penghasilan dari mie rainbow pertahun selalu disisihkan untuk panti-panti yang membutuhkan.

2.3.4. Placement
Perusahaan Mie Rainbow mendistribusikan kepada konsumen Kota Peureulak  melalui 2 cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung.
1.      Secara Langsung, yaitu dengan cara pelanggan langsung merasakan mie rainbow yang tersedia di perusahaan.
2.      Secara Tidak Langsung, perusahaan mie rainbow di promosikan melalui mulut ke mulut,dan juga melalui media sosial.
2.3.5     People
Perusahaan mie rainbow selalu memberi yang terbaik buat pelanggan supaya pelanggan merasa puas dengan apa yang berikan dan fasilitas pun nyaman bagi pelanggan.
2.3.6     Process
Mie yang di hidangkan sangat unit untuk dilihan dan rasanya pun merupakan ciri khas tertentu, karena pearna yang di gunakan merupakan pearna alami yang terbuat dri buah-buahan.
2.3.6    Physical Evidence
Fasilitas yang kami sediakan sangatlah sesuai dengan nuansa yang berdasarkan usaha yang kami buat, yaitu mie rainbo, yang arti penuh dengan warna.



BAB III
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

3.1  Aspek Organisasi
·            Nama Perusahaan / Usaha    : Usaha Mie Sehat  Rainbow
·            Nama Pemilik / Pimpinan    :  Nur’afni
·            Alamat kantor dan tempat usaha : Jln.rumah sakit umum lr.paya meuligoe Peureulak.
·            Jabatan, Jumlah staf, Uraian Tugas, dan Penggajian

Jabatan

Uraian Tugas
(A)
Jumlah
(B)
Gaji / Bulan
(C)
Total
(BxC)
Pimpinan
mengatur
1
6,000.000
6,000.000
1. Direksi
pengelola
2
4,000.000
8,000.000
Staf




1. Bag. Produksi
Memproduksi
6
3,000.000
18,000.000
2. Bag. Keuangan
Mengatur Keuangan
1
3,000.000
6,000.000
Total Gaji / Bulan
38,000.000

3.2    Kegiatan Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan
         Kegiatan sebelum usaha dimulai disertai dengan jadwal pelaksanaan yang diatur berdasarkan periode tertentu ( mingguan atau bulanan ).
KEGIATAN
JADWAL PELAKSANAAN
( Dalam Mingguan )
1
2
3
4
1. Survey Pasar
1
1
1
2
2. Menyusun Rencana Usaha
2
2
2
2
3. Survai tempat usaha
2
2
2
2
4. Survai Mesin / Peralatan
3
3
3
3
5. Pemasangan Sarana Penunjang
1
1
1
1
6. Operasional
3
3
3
3


3.3    Inventaris Kantor dan Supply Kantor
         Inventaris kantor untuk barang yang umur produknya lebih dari 1 tahun.
Inventaris / Perangkat Kerja
Merk
Jumlah unit
Harga
Jumlah harga
  Alat penggiling mie
-
2
200.000
400.000
Total Inventaris Kantor
400.000

Supply Kantor merupakan biaya untuk menunjang kegiatan administrasi seperti ATK Alat Tulis Kantor ( umur ekonomis 1 tahun atau kurang )

Jenis Biaya Supply Kantor
Total Biaya per Tahun
Buku,polpen
5,000.000
Total Supply Kantor
5,000.000


BAB IV
ASPEK PRODUKSI
4.1. Produk
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
A.      Dimensi Produk
Strategi mengenai bagaimana produk usaha dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan produk yang memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan dan sekaligus berkhasiat.
B.       Nilai/Manfaat Produk
Mie rainbow yang kami tawarkan memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan konsumen yang merupakan manfaat inti dari perusahaan kami. Mie yang  diolah memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat. Mie rainbow juga memiliki Potential Benefit (manfaat potensial) seperti menjaga lingkungan dan memperdulikan kesehatan pelanggan.
C.       Kegunaan/Fungsi Produk
Produk konsumsi, mie rainbow merupakan produk yang dapat dinikmati dengan berbagai pilihan warna mie. Selain itu kandungan gizi mie rainbow yang diproses dengan alat yang bagus serta menyehatkan.
4.2.      Proses Produksi
1.      Campur tepung terigu, tepung sagu, telur, dan garam. Aduk rata. Bagi 3 adonan.
2.      Satu bagian tambahkan air es. Aduk sampai bergumpal. Satu bagian tambahkan air bayam. Aduk sampai bergumpal. Sisanya tambahkan air wortel. Aduk sampai bergumpal. Diamkan 15 menit.
3.      Giling tipis di gilingan mi, mulailah dari gilingan terbesar (No.1). giling 2 –3 kali hingga licin. Kecilkan ukuran gilingan (no 2). Giling lagi 2 –3 kali. Begitu seterusnya sampai gilingan No.8 sambil ditabur bahan taburan.
4.      Setelah licin, potong dengan gilingan mi.
5.      Rebus mi dalam air mendidih yang ditambahkan minyak goreng. Angkat dan tiriskan.
6.      Minyak ayam, panaskan kulit ayam dengan api kecil hingga mengeluarkan minyak. Sisihkan.
7.      Kuah: rebus tulang ayam dan air dengan api kecil sampai mendidih. Angkat dan saring. Didihkan lagi.
8.      Masukkan bawang putih, jahe, kaldu ayam, garam, dan merica bubuk. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
9.      Tumisan: panaskan minyak. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna.
10.  Masukkan kecap asin, kecap manis, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Masak sampai meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
11.  Siapkan mangkuk mi. Masukkan mi. Tambahkan minyak ayam dan merica bubuk. Aduk rata.
12.  Sajikan mi dengan pelengkap, tumisan ayam, dan kuahnya.
4.3.   Kapasitas Produksi
            Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan.
Tahun
Rencana produksi (dalam mangkok)
2014
90.000.000 mangkok/tahun
2015
95.000.000 mangkok/tahun

4.4.     Tanah dan Bangunan
Dalam menjalankan kegiatan usaha mie rainbow kami masih menggunakan rumah sebagai tempat berjualan kami, Lokasinya pun snagat terjangkau yaitu berada di Jalan rumah sakit umum lr.paya meuligo Peureulak. Jadi kami tidak terlalu memikirkan uang sewa took buat pertahunnya.
5.5.     Pemasangan Sarana Penunjang
Jenis Biaya
Jumlah Biaya
1.      Pemasangan instalasi listrik
200 / bulan
2.      Pemasangan instalasi air (PAM)
50 / bulan
3.      Pemasangan instalasi telepon
75 / bulan
4.      Pemasangan instalasi internet
150 / bulan
Total Biaya Pemasangan Sarana Penunjang :
475  / bulan

4.6.      Mesin dan Peralatan

Nama Mesin/Peralatan
Merk
Jumlah Unit
Harga
Jumlah Harga
1.      Alat penggiling mie
-
2
200.000
400.000
2.      panci
-
5
50.000
250.000
3.      wajan
-
5
40.000
200.000
4.    gunting
ss         stelis
5
8.000
40,000
5.      Pisau
kiwi
2
16.000
32.000
Total Pembelian Mesin/Peralatan
922.000

4.7.     Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Bahan baku yang digunakan dalam membuat  mie pelangi adalah sayuran yang segar dan bervitamin tinggi, serta tepung yang berprotein  tinggi. Bahan  baku berupa sayuran  dan buah-buahan ini merupakan  produk  pilihan agar menghasilkan suatu kepuasan pelanggan.

4.8     Biaya Umum Usaha/Pabrik
Sebagai komponen biaya modal kerja yang terakhir, perlu juga diren-canakan biaya-biaya penunjang (sarana dan prasarana), misalnya seba-gai berikut:
Nama Bahan Baku
Merk
Jumlah Unit
Harga
Jumlah Harga
1.      Tabung Gas
LPJ
4
100,000
400,000
2.      Kompor Gas
Rinai
4
300,000
1,200.000
Total Pembelian  Bahan Baku
1,600.000

Jenis Biaya Umum Usaha/Pabrik
Jumlah Biaya/Tahun
1.          Pemeliharaan mesin dan peralatan
30,000.000
2.          Suku cadang, bahan bakar
40,000.000
3.          Rekening listrik, air, telepon.
30,000.000
4.          Pemeliharaan bangunan
20,000.000
Total Biaya Umum Usaha/Pabrik per tahun:
120,000.000




read more

Makalah Keamanan Komputer

0 comments
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
           Masalah keamanan merupakan   salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi.Sayang sekali masalah keamanan ini seringkali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.Seringkali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan diurutan terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting.Apa bila menggangu performansi dari sistem, seringkali keamanan dikurangi atau ditiadakan.
           Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual.Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan  pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi.
           Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan  hanya  boleh  diakses  oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat  menimbulkan  kerugian  bagi  pemilik  informasi. Sebagai  contoh, banyak  informasi  dalam  sebuah  perusahaan  yang  hanya  diperbolehkan diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan tersebut, seperti misalnya  informasi  tentang  produk  yang  sedang  dalam  development, algoritma-algoritma dan teknik-teknik yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan keamanan system informasi ?
2.      Bagaimana ancaman virus pada keamanan system informasi ?
3.      Apa saja ancaman dari keamanan system informasi ?
4.      Bagaimana pengamanan pada system informasi ?
5.      Bagaimana cara mengatasi problem keamanan sistem ?

C.    Tujuan
            Tujuan penulisan makalah ini untuk ingin mengetahui apa saja yang ada di keamanan system informasi :
1.      Ingin  mengetahui apa itu keamanan Sistem informasi.
2.      Mengetahui pentingnya keamanan system informasi.
3.      Dapat Menangani apabila keamanan system informasi Mengalami Masalah. 
4.      Menciptakan System Keamanan informasi Yang lebih Baik lagi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keamanan Sistem Informasi
           Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah  penipuan (cheating)  atau,  paling  tidak,  mendeteksi  adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Keamanan informasi menggambarkan usaha untuk melindungi komputer dan non peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas di dalam sumber daya informasi dalam suatu perusahaan.Masalah keamanan informasi merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi.Akan tetapi, masalah keamanan ini kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”.Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat essensial bagi suatu organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi.
Suatu perusahaan memiliki sederetan tujuan dengan diadakannya sistem informasi yang berbasis komputer di dalam perusahaan. Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran utama yaitu:


>>> Kerahasiaan
    Melindungi data dan informasi perusahaan dari penyingkapan orang-orang yang tidak berhak. Inti utama dari aspek kerahasiaan adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang-orang yang tidak berhak mengakses.Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat.Serangan terhadap aspek privacy misalnya usaha untuk melakukan penyadapan.Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti keabsahan, integritas data, serta autentikasi data.
>>> Ketersediaan
    Aspek ini berhubungan dengan  metode untuk menyatakan bahwa informasi benar-benar asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. Masalah pertama untuk membuktikan keaslian dokumen dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signature.Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga intelektual property, yaitu dengan menandatangani dokumen atau hasil karya pembuat. Masalah kedua biasanya berhubungan dengan akses control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang-orang yang dapat mengakses informasi. Dalam hal ini pengguna harus menunjukkan bahwa memang dia adalah pengguna yang sah atau yang berhak menggunakannya.
>>> Integritas
    Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa izin. Sistem informasi perlu menyediakan representasi yang akurat dari sistem fisik yang direpresentasikan.

B.     Ancaman Virus Pada Keamanan Sistem Informasi
            Ancaman yang paling terkenal dalam keamanan sistem informasi adalah virus.Virus adalah sebuah program komputer  yang dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa pengetahuan pengguna. Ancaman dalam sistem informasi merupakan serangan yang dapat muncul pada sistem yang digunakan. Serangan dapat diartikan sebagai “tindakan yang dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik tertentu dengan berbagai tools yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan yang disesuaikan dengan objek serangan tertentu baik menggunakan serangan terarah maupun acak. Beberapa contoh serangan yang dapat mengancam sebuah sistem adalah sebagai berikut :
>>> Virus
    Virus dikenal sejak kemunculannya pertama kali pada pertengahan tahun 1980-an, virus berkembang pesat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi komputer. Virus selalu menemukan dan menyesuaikan diri untuk menyebarkan dirinya dengan berbagai macam cara. Pada dasarnya, virus merupakan program komputer yang bersifat “malicious” (memiliki tujuan merugikan maupun bersifat mengganggu pengguna sistem) yang dapat menginfeksi satu atau lebih sistem komputer melalui berbagai cara penularan yang dipicu oleh otorasisasi atau keterlibatan “user” sebagai pengguna komputer. Kerusakan yang dapat ditimbulkan pun bermacam-macam mulai dari yang mengesalkan sampai kepada jenis kerusakan yang bersifat merugikan dalam hal finansial. Dilihat dari cara kerjanya, virus dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.       Overwriting Virus – merupakan penggalan program yang dibuat sedemikian rupa untuk menggantikan program utama (baca: host) dari sebuah program besar sehingga dapat menjalankan perintah yang tidak semestinya.
2.      Prepending Virus – merupakan tambahan program yang disisipkan pada bagian awal dari program utama atau “host” sehingga pada saat dieksekusi, program virus akan dijalankan terlebih dahulu sebelum program yang sebenarnya dijalankan.
3.      Appending Virus – merupakan program tambahan yang disisipkan pada bagian akhir dari program (host) sehingga akan dijalankan setelah program sebenarnya tereksekusi.
4.      File Infector Virus – merupakan penggalan program yang mampu memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (baca: attached) pada sebuah file lain, yang biasanya merupakan file “executable”, sehingga sistem yang menjalankan file tersebut akan langsung terinfeksi.
5.      Boot Sector Virus – merupakan program yang bekerja memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada cakram penyimpan (baca: disc) atau disket yang telah diformat. Pada umumnya, sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses “boot-up” pada komputer terjadi, sehingga seluruh “floppy disk” yang digunakan pada komputer tersebut akan terjangkiti pula, hal ini sering terjadi pada USB Flashdisk.
6.      Multipartite Virus – merupakan kombinasi dari Infector Virus dan Boot Sector Virus dalam arti kata ketika sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari computer tersebut, dan sebaliknya.
7.      Macro Virus - menjangkiti program “macro” dari sebuah file data atau dokumen (yang biasanya digunakan untuk “global setting” seperti pada template Microsoft Word) sehingga dokumen berikutnya yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh penggalan program macro yang telah terinfeksi sebelumnya.

>>> Worms
    Istilah “worms” yang tepatnya diperkenalkan kurang lebih setahun setelah “virus” merupakan program malicious yang dirancang terutama untuk menginfeksi komputer yang berada dalam sebuah sistem jaringan. Walaupun sama-sama sebagai sebuah penggalan program, perbedaan prinsip yang membedakan worms dengan virus adalah bahwa penyebaran worm tidak tergantung pada campur tangan manusia atau pengguna. Worms merupakan program yang dibangun dengan algoritma tertentu sehingga mampu untuk mereplikasikan dirinya sendiri pada sebuah jaringan komputer tanpa melalui bantuan maupun keterlibatan pengguna. Pada mulanya worms diciptakan dengan tujuan untuk mematikan sebuah sistem atau jaringan komputer. Namun belakangan ini telah tercipta worms yang mampu menimbulkan kerusakan luar biasa pada sebuah sistem maupun jaringan komputer, seperti merusak file-file penting dalam sistem operasi, menghapus data pada hard disk, menghentikan aktivitas komputer , dan hal-hal destruktif lainnya. Karena karakteristiknya yang tidak melibatkan manusia, maka jika sudah menyebar sangat sulit untuk mengontrol atau mengendalikannya.
>>> Trojan Horse
   Istilah “Trojan Horse” atau Kuda Troya diambil dari sebuah taktik perang yang digunakan untuk merebut kota Troy yang dikelilingi benteng yang kuat. Pihak penyerang membuat sebuah patung kuda raksasa yang di dalamnya memuat beberapa prajurit yang nantinya ketika sudah berada di dalam wilayah benteng akan keluar untuk melakukan peretasan dari dalam. Ide ini mengilhami sejumlah hacker dan cracker dalam membuat virus atau worms yang cara kerjanya mirip dengan fenomena taktik perang ini, mengingat banyaknya antivirus yang bermunculan maka mereka menciptakan sesuatu yang tidak dapat terdeteksi oleh antivirus. Berdasarkan teknik dan metode yang digunakan, terdapat beberapa jenis Trojan Horse, antara lain:
1.      Remote Access Trojan - kerugian yang ditimbulkan adalah komputer korban dapat diakses menggunakan remote program.
2.      Password Sending Trojan - kerugian yang ditimbulkan adalah password yang diketik oleh komputer korban akan dikirimkan melalui email tanpa sepengetahuan dari korban serangan.
3.      Keylogger - kerugian yang ditimbulkan adalah ketikan atau input melalui keyboard akan dicatat dan dikirimkan via email kepada hacker yang memasang keylogger.
4.      Destructive Trojan – kerugian yang ditimbulkan adalah file-file yang terhapus atau hard disk yang diformat oleh Trojan jenis ini.
5.      FTP Trojan – kerugian yang terjadi adalah dibukanya port 21 dalam sistem komputer tempat dilakukannya download dan upload file.
6.      Software Detection Killer – kerugiannya dapat mencium adanya programprogram keamanan seperti zone alarm, anti-virus, dan aplikasi keamanan lainnya.
7.      Proxy Trojan – kerugian yang ditimbulkan adalah di-“settingnya” komputer korban menjadi “proxy server” agar digunakan untuk melakukan “anonymous telnet”, sehingga dimungkinkan dilakukan aktivitas belanja online dengan kartu kredit curian dimana yang terlacak nantinya adalah komputer korban, bukan komputer pelaku kejahatan.

C.    Ancaman Keamanan Sistem Informasi
           Ancaman keamanan sistem informasi adalah sebuah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem yang dapat mengganggu keseimbangan sistem informasi.Ancaman terhadap keamanan informasi berasal dari individu, organisasi, mekanisme, atau kejadian yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan pada sumber-sumber informasi.Pada kenyataannya ancaman dapat bersifat internal, yaitu berasal dari dalam perusahaan, maupun eksternal atau berasal dari luar perusahaan. Ancaman juga dapat terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja..Ancaman selama ini hanya banyak di bahas dikalangan akademis saja.Tidak banyak masyarakat yang mengerti tentang ancaman bagi keamanan sistem informasi mereka. Masyarakat hanya mengenal kejahatan teknologi dan dunia maya hanya apabila sudah terjadi “serangan“ atau “attack”. Sebuah hal yang perlu disosialisasikan dalam pembahasan tentang keamanan sistem terhadap masyarakat adalah mengenalkan “ancaman” kemudian baru mengenalkan ‘serangan’ kepada masyarakat. Perlu di ketahui bahwa serangan dimulai dengan ancaman, dan tidak akan ada serangan sebelum adanya ancaman. Serangan dapat diminimalisir apabila ancaman sudah diprediksi dan dipersiapkan antisipasi sebelumnya atau mungkin sudah dihitung terlebih dahulu melalui metode -metode penilaian resiko dari sebuah ancaman. Ada beberapa metode yang digunakan dalam mengklasifikasikan ancaman, salah satunya adalah Stride Method ( metode stride ) . STRIDE merupakan singkatan dari:
>>> Spoofing
Menggunakan hak akses / Mengakses sistem dengan menggunakan identitas orang lain .
>>>Tampering
Tanpa mempunyai hak akses namun dapat mengubah data yang ada didalam database.
>>>Repudiation
Membuat sebuah sistem atau database dengan sengaja salah, atau sengaja menyisipkan bugs, atau menyertakan virus tertentu didalam aplikasi sehingga dapat digunakan untuk mengakses sistem pada suatu saat.
>>> Information disclosure
Membuka atau membaca sebuah informasi tanpa memiliki hak akses atau membaca sesuatu tanpa mempunyai hak otorisasi.
>>>Denial of service
Membuat sebuah sistem tidak bekerja atau tidak dapat digunakan oleh orang lain.

>>>Elevation of priviledge
Menyalahgunakan wewenang yang dimiliki untuk mengakses sebuah system untuk kepentingan pribadi.

D.    Pengamanan Sistem Informasi
            Pada umunya, pengamanan dapat dikategorikan menjadi dua jenis: pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar sistem informasi tidak memiliki lubang keamanan,sementara usaha-usaha pengobatan dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi. Pengamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapa layer yang berbeda. Misalnya di layer “ transport ”, dapat digunakan “Secure Socket Layer” (SSL). Metoda ini misalnya umum digunakan untuk Web Site. Secara fisik, sistem anda dapat juga diamankan dengan menggunakan “firewall” yang memisahkan sistem anda dengan Internet. Penggunaan teknik enkripsi dapat dilakukan ditingkat aplikasi sehingga data-data anda atau e-mail anda tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.
>> Memilih password
            Dengan adanya kemungkinan password ditebak, misalnya dengan menggunakan program password cracker, maka memilih password memerlukan perhatian khusus.Berikut ini adalah daftar hal-hal yang sebaiknya tidak digunakan sebagai password.
·         Nama anda, nama istri / suami anda, nama anak, ataupun nama kawan.
·         Nama komputer yang anda gunakan.
·         Nomor telepon atau plat nomor kendaran anda.
·         Tanggal lahir.
·         Alamat rumah.
·         Nama tempat yang terkenal.
·         Kata-kata yang terdapat dalam kamus (bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris)
·         Hal-hal di atas ditambah satu angka
·         Password dengan karakter yang sama diulang-ulang.

>> Memasang Proteksi
            Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakanuntuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet. Sebagai contoh, di sistem UNIX ada paket program“tcpwrapper” yang dapat digunakan untuk membatasi akses kepadaservis atau aplikasi tertentu. Misalnya, servis untuk “telnet” dapatdibatasi untuk untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu, atau memiliki domain tertentu.
E.     Kebijakan Keamanan Sistem Informasi
           Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya untuk mencapai sasarannya. Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya.Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya untuk mencapai sasarannya. Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya.Kebijakan keamanan sistem informasi biasanya disusun oleh pimpinan operasi beserta pimpinan ICT (Information Communication Technology) dnegan pengarahan dari pimpinan organisasi. Rangkaian konsep secara garis besar dan dasar bagi prosedur keamanan sistem informasi adalah:
>> Keamanan sistem informasi merupakan urusan dan tanggung jawab semua karyawan
    Karyawan diwajibkan untuk memiliki “melek” keamanan informasi.Mereka harus mengetahui dan dapat membayangkan dampak apabila peraturan keamanan sistem informasi diabaikan.Semua manajer bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada semua bawahannya mengenai pengamanan yang dilakukan di perusahaan dan meyakinkan bahwa mereka mengetahui dan memahami semua peraturan yang diterapkan di perusahaan dan bagiannya.

>>  Penetapan pemilik sistem informasi
     Akan berguna sekali apabila seseorang ditunjuk sebagai pemilik sistem (atau sistem) yang bertanggung jawab atas keamanan sistem dan data yang dipakainya.Ia berhak untuk mengajukan permintaan atas pengembangan sistem lebih lanjut atau pembetulan di dalam sistem yang menyangkut bagiannya. Personel ini merupakan contact person dengan bagian ICT (Information Communication Technology).
>>  Langkah keamanan harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang
    Tergantung dari bidang yang ditekuni, perusahaan harus mematuhi undang-undang yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan proteksi data, computer crime, dan hak cipta.
>> Antisipasi terhadap kesalahan
    Dengan meningkatkan proes transaksi secara online dan ral time dan terkoneksi sistem jaringan internaisonal, transaksi akan terlaksanaka hanya dalam hitunngan beberapa detik dan tidak melibatkan manusia. Transaksi semacam ini apabila terjadi kesalahan tidak dapat langsung diperbaiki atau akan menyita banyak waktu dan upaya untuk memperbaikinya. Antisipasi dan pencegahan dengan tindakan keamanan yang ketat akan memberikan garansi atas integritas, kelanjutan, dan kerahasiaan transaksi yang terjadi. Tindakan pecegahan tambahan harus diimplementasikan agar dapat mendeteksi dan melaporkan kesalahan yang terjadi sehingga kejanggalan dapat ikoreksi secepat mungkin.
>> Pengaksesan ke dalam sistem harus berdasarkan kebutuhan fungsi
    User harus dapat meyakinkan kebutuhannya untuk dapat mengakses ke sistem sesuai dnegan prinsip “need to know”. Pemilik sistem harus bertanggung jawab atas pemberian akses ini.
>> Hanya data bisnis yang ditekuni perusahaan yang diperbolehkan untuk diproses di sistem informasi
    Sistem computer milik perusahaan beserta jaringannya hanya diperbolehkan untuk dipakai demi kepentingan bisnis perusahaan.Data perusahaan hanya diperbolehkan dipakai untuk bisnis perusahaan dan pemilik sistem bertanggung jawab penuh atas pemberian pengaksesan terhadap data tersebut.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 Keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah  penipuan (cheating)  atau,  paling  tidak,  mendeteksi  adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran utama yaitu kerahasiaan , kesediaan dan intergritas.
Ancaman yang paling terkenal dalam keamanan sistem informasi adalah virus.Virus adalah sebuah program komputer  yang dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa pengetahuan pengguna. Ancaman dalam sistem informasi merupakan serangan yang dapat muncul pada sistem yang digunakan. pengamanan dapat dikategorikan menjadi dua jenis: pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Rangkaian konsep secara garis besar dan dasar bagi prosedur keamanan sistem informasi adalah Kemanan sistem informasi merupakan urusan dan tanggung jawab semua karyawan, Penetapan pemilik sistem informasi, Langkah keamanan harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang, Antisipasi terhadap kesalahan dan Pengaksesan ke dalam sistem harus berdasarkan kebutuhan fungsi.
B.     Saran
                Demi kesempurnaan makalah ini, saran kami jagalah keamaan system informasi  komputer atau PC anda dari segala macam ancaman yang telah penulis paparkan  diatas dengan berbagai keamanan yang dapat setidaknya meminimalisir segala macam ancaman kepada system keamanan informasi anda. kami sangat mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat menbangun kearah kebaikan demi kelancaran dan kesempurnaan penulisan makalah yang akan datang.


read more